Memiliki kendaraan bermotor baik motor maupun
mobil adalah dambaan setiap orang. Hal ini dimaksudkan agar bisa jalan
kemana-mana dengan mudah tanpa mengeluarkan biaya alias ongkos. Tetapi sebagian
orang yang tidak meliki cukup uang untuk membeli kendaraan bermotor biasa
menggunakan transportasi umum seperti angkot, bus, taxi dan trasportasi online.
Dipulau Bali khususnya yang mendapat julukan
surganya wisata jarang sekali ditemukan trasportasi umum seperti angkot. Yang
paling mudah ditemukan adalah taxi, untuk angkutan umum seperti bus Sarbagita
mirip dengan bus Trans Jakarta hanya diwilayah tertentu. Sehingga peminat dari transportasi
ini sepi, Karena tujuan dan waktu tunggunya yang lama.
Pengalaman pribadi menggunakan transportasi bus
Sarbagita neh. Saya dengan rombongan pergi dari Kediri, Tabanan berencana ke
tujuan Mall Bali Galeria (MBG) yang terletak di Simpang Dewa Ruci, Kuta.
Perjalanan dimulai pukul 08.00 WITA, naik dari Supermarket Hardys Tabanan,
setelah setengah jam tunggu di halte akhirnya bus Sarbagita datang. Waktu
tempuh dari Hardys Tabanan ke MBG kurang lebih satu jam 45 menit dan saya
beserta rombongan harus berganti bus di halte Mahendradata. Terus terang didalah bus Sarbagita sangat nyaman, AC dingin dan tempat duduk sangat lega. Ongkos sekali naik
Sarbagita Rp. 3.500,- untuk dewasa dan Rp. 2.500,- untuk pelajar, sedangkan
untuk anak-anak masih GRATIS. Setelah sampai di MBG saya beserta rombongan
berencana pulah jam 14.00 WITA. Akhirnya kami nunggu di halte Simpang Dewa Ruci
yang terletak diujung persimpangan jalan. Sejam kami nunggu bus jurusan Tabanan
belum nongol, dua jam berlalu sampai jajan dan makanan ludes belum nongol juga.
Kami nunggu bukan di halte tetapi di trotoar yang tidak beratap Karena halte
bus tidak muat. Dan akhirnya jam 17.00 WITA bus Sarbagita nongol…Alhamdulillah…
Saya tanya ke supir bus tersebut, “Kok datangnya lama Pak?” supir bus menjawab “ada
masalah bus yang satunya Pak, bus jurusan ke Tabanan yang beroperasi hanya 2
unit saja”. Oalah pantes lama sekali, kabarnya bus Sarbagita lewat paling lama
sejam. Mungkin bukan hari baik saya dan rombongan, hari yang sangat melelahkan.
Pengalaman lain saya selain itu adalah waktu
saya terbang dari Jogja ke Bali. Rencananya mau pulang ke Tabanan naik bus
Sarbagita Karena tarifnya murah dan nyaman. Karena waktu tunggu lebih dari dua
jam tidak nongol juga akhirnya saya naik taxi bandara yang tarifnya MAHAL
SEKALI. Masak rute Bandara ke kantor saya di Seminyak Rp.150.000,-, haduh…tambahin
Rp. 100.000,- bisa buat ongkos Bali ke Jogja via bus. Kenapa tarif taxi bandara
begitu mahal? Dan kenapa harus monopoli traspostasi bandara?
Sebenarnya dengan adanya transportasi umum
seperti Sarbagita sangat membantu masyrakat menuju ke suatu tujuan. Tetapi
waktu tunggu dan ruang tunggunya (halte) belum senyaman di Jakarta. Semoga
suatu saat nanti pelayanan bus Sarbagita lebih baik dan tidak membuat orang
kapok memakai jasa transportasi public / umum.
Jika memiliki pengalaman memakai transportasi umum lainnya bisa share disini.
Semoga kita memperoleh pelayanan publik yang nyaman dan aman.
Jika memiliki pengalaman memakai transportasi umum lainnya bisa share disini.
Semoga kita memperoleh pelayanan publik yang nyaman dan aman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar